CryptoHarian

Bitcoin Masih Dalam Trend Bull Menurut Analis ini

Bitcoin (BTC) akan melihat volatilitas besar-besaran, menurut indikator teknikal jangka panjang. Tentu, cryptocurrency terkemuka melonjak lebih dari 40% pada 11 NOV, dari harga Rp 102 juta ke Rp 144 juta ketika President Cina, Xi Jinping mau mengadopsi teknologi blockchain.

Namun, harga sangat cepat turun. Pada saat pers, BTC diperdagangkan di Rp 127 juta-an, menurut CoinGecko. Banyak analis mengatakan bahwa harga akan kembali ke Rp 100 juta-an.

Beberapa analis lain mempunyai pendapat yang berbeda.

Byzantine General, seorang analis crypto di Twitter, men-tweet:

50 dan 200 EMA (Exponential Moving Average) pada jangka waktu 1 hari adalah indikasi yang baik untuk pasar bull dan bear. Mereka jauh lebih jelas daripada DMA (Daily Moving Average). BTC masih belum melewati bear cross. Sangat menarik #Bitcoin.

Tentu saja, ini dapat membuat Anda bertanya-tanya – apakah Bitcoin akan melanjutkan tren kenaikannya lebih tinggi atau kembali ke keadaan pasar yang buruk?

Menurut konsensus para analis, dimulainya kembali tren Bullish awal tahun ini lebih terlihat mungkin daripada tidak.

Baca Juga: 20 Peluang Usaha Rumahan Modal Kecil Dan Tips Untuk Memulai 2019

Baca Juga: Cara Daftar dan Aktivasi Mobile Banking BCA Dengan Cepat

Sebelumnya, HornHairs  telah mencatat bahwa ia “menyukai peluang bahwa BTC akan mencapai $ 14.000 sebelum $ 7.000.” Ia berkomentar dalam sebuah cuitan bahwa dengan Bitcoin yang memantul kuat dan bertahan di atas pemutus Bullish satu bulan, level Retracement Fibonacci 0,618 dari seluruh siklus, Point of Control sebagaimana ditentukan oleh profil volume, dan pivot tahunan, BTC cenderung agak Bullish.

Mr. Anderson, pedagang dan analis crypto di Twitter dengan 42.800 followers, memprediksi harga akan naik. Dia mencatat bahwa sementara mudah terjebak dalam “volatilitas pendek” pada kerangka waktu yang lebih rendah.

Baca Juga: Bobby Lee: Harga Bitcoin Akan Mencapai $ 1 Juta Setelah Dua ‘Gelembung’ Lagi, Mungkin?

Baca Juga: Cara Menjadi Dropshipper Sukses Untuk Pemula Dengan Modal Kecil

Jika menggunakan Indikator Bollinger Band Width (BBW) satu minggu – indikator yang menunjukkan lebar antara Bollinger Bands tertinggi dan terendah, yang merupakan alat yang digunakan untuk menentukan rentang pasar.

Saat ini, indikator telah mencapai 0,42, atau volatilitas jangka panjang. Terakhir kali indikator ini berinteraksi dengan kisaran BBW ini adalah pada akhir Maret – hanya seminggu sebelum Bitcoin melesat dari harga Rp 56 juta ke Rp 70 juta pada tahun ini.

BBW juga berada di bawah kisaran 0,40 hanya satu atau dua minggu sebelum Bitcoin jatuh pada November 2018, ketika kenaikan sebelumnya dimulai pada Oktober 2016, dan beberapa bulan sebelum Bitcoin menembus $ 100 untuk pertama kalinya pada 2013.

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di:

Advertisement