Harga Bitcoin Naik 838.000.000% dalam Sepuluh Tahun

Walaupun Bitcoin (BTC) telah turun 80 persen dari tahun 2017, BTC tetap dipercaya oleh banyak orang dan semakin terkenal. Uang digital tersebut tidak hanya aset terbesar di pasar cryptocurrency, tetapi aset berkinerja terbaik di dunia, di semua kelas aset.

BTC yang dibuat pada tahun 2019 telah disoroti oleh semua badan keuangan dunia karena sudah mengganggu status quo cara keuangan tradisional (SWIFT, uang fiat,dll)

Pada awalnya, Bitcoin telah dicap orang sebagai penipuan karena tidak ada sosok pemilik yang nyata. Hanya ada nama alias Satoshi Nakamoto.

Selain itu, sifat Bitcoin dan teknologi blockchain yang terdesentralisasi sering dikatakan sebagai alat untuk tindakan kriminalitas. Faktanya adalah uang fiat (kertas) lebih banyak digunakan untuk kegiatan ilegal.

Pada 22 Mei – ketika Bitcoin berharga kurang dari $ 0,01, Laszlo Hanyecz dibayar 10.000 BTC di Florida, untuk membeli dua kotak pizza. Acara ini dikreditkan sebagai perputaran besar karena dua alasan:

Pertama, itu adalah pertama kalinya Bitcoin digunakan dalam transaksi bisnis. Kedua, itu memicu percakapan Bitcoin tentang kemungkinan penggunaannya dan sekitar 2 bulan setelahnya, Bitcoin melonjak 1000% dari $ 0,0008 menjadi $ 0,08 dalam waktu lima hari!

Namun, Saifedean Ammous, seorang ahli ekonomi dan penulis pertama tentang BTC, telah membandingkan harga pada tahun 2009 dan 2019.

Baca Juga: Apakah Cryptocurrency Sebuah Penipuan?(Opens in a new browser tab)

Baca Juga: Bitcoin Masih Aset Berkinerja Terbaik Secara YTD Meskipun Sudah Turun 70 Juta Q3 2019

Menurut Ammous 5.050 BTC dijual seharga $ 5.02 pada Oktober 2009. Ammous mencatat bahwa hari ini, jumlah yang sama akan menjadi $ 42.171.792, menyebutnya peningkatan lebih dari 838.000.000%.

Banyak orang menyangkal tentang BTC, namun, lonjakan harga tersebut tidak bisa diabaikan. Terlebih lagi, untuk investor institusi dan retail.

Apakah Bitcoin Masih Merajai Semua Aset?

Untuk sebagian besar, jawaban mudah untuk itu adalah “ya”. Namun, mungkin ada penjelasan alternatif untuk dijawab secara negatif.

Menurut laporan Indexica yang dibagikan oleh Bloomberg, penurunan harga Bitcoin saat ini mungkin bukan masalah Bitcoin itu sendiri, namun adanya peningkatan persaingan dalam pasar crypto.  

Indexica percaya bahwa penurunan Bitcoin kemungkinan besar merupakan hasil dari pengembangan lebih banyak jaringan blockchain dan mata uang digital, beberapa di antaranya mungkin telah terbukti jauh lebih efisien dan terukur dari jaringan Bitcoin. Contohnya adalah Litecoin, Ethereum, Tron dan XRP.

Berbeda dengan ini, persaingan sebagian besar didorong di pasar global sebagai salah satu cara yang lebih pasti untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang tepat. Namun, dengan banyaknya blockchain dan aset yang secara konsisten bermunculan, peluang yang dapat dijalankan Bitcoin seperti dalam sepuluh tahun terakhir, sangat rendah.

Pada saat pers, harga Bitcoin masih diperdagangkan sideways di Rp 117 juta-an menurut Indodax. Sebagian analis percaya bahwa BTC akan turun menjadi Rp 100 juta-an dalam beberapa minggu kedepan. Salah satunya dari analis tersebut adalah Josh Rager.

 


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Tinggalkan komentar