CryptoHarian
Home » Informasi Cryptocurrency » Bagaimana Emosi Manusia Merusak Pasar Bitcoin

Bagaimana Emosi Manusia Merusak Pasar Bitcoin

Trading bukanlah sesuatu yang mudah untuk dimengerti. Setelah begitu banyak digitalisasi, sebagian orang berpikir bahwa trading, sebagian besar, terjadi melalui logika, algoritma dan lain-lain. Namun, ini belum tentu demikian. Salah satu faktor yang paling signifikan adalah emosi.

Contoh yang gampang adalah ketika anda mempunyai Bitcoin dan harga tersebut turun, tentu saja, anda akan berpikir untuk menjualnya, tetapi teknikal analisa anda mengatakan harga akan naik. Bagaimanakah langkah anda selanjutnya? Ini adalah masalah pertama ketika emosi manusia mulai melawan logika dan keputusan yang sulit.

Satu peristiwa yang telah terjadi.

Pada tahun 2013, Bitcoin ‘duduk’ dengan nyaman di harga $1,200. Tetapi jatuh 50 persen ketika bank nasional Cina mengumumkan mereka akan melarang Bitcoin dalam sistemya. Semua orang saat itu berpikir bahwa itu akan menjadi pukulan mematikan bagi Bitcoin.

Ini tidak logika yang mempengaruhi harga, tetapi emosi manusia. Investor panik dan menjual aset mereka takut Bitcoin tidak dipakai. Ini adalah hal yang tidak masuk akal karena masih ada jutaan orang dan pertukaran uang masih menerima mereka. Jangan mengambil info pada nilai nominal, lakukan penelitian, dengarkan para pakar dan temukan seberapa bahayanya sebelum membuat keputusan penting. Anda harus melakukannya dengan cepat, karena kepanikan juga menyebar cukup cepat.

Moralitas

Cryptocurrency dan moralitas sesuatu yang kita pikir tidak memiliki koneksi, tetapi mereka memiliki hubungan yang erat. Mari kita melihatnya dengan perspektif yang berbeda. Anda baru saja berinvestasi di perusahaan cryptocurrency yang baru merilis token mereka. Tetapi, anda membaca di media sosial bahwa tim inti mereka mengalami perseteruan.

Anda pasti akan berpikir bahwa perusahaan itu akan bangkrut jika para pengembang terus memiliki masalah dengan satu sama yang lain. Anda tidak sendirian, banyak investor akan berpikir demikian juga, sangat sulit untuk tidak memiliki rasa khawatir.

Hal yang terbaik yang dapat dilakukan di sini adalah mengawasi bagaimana hal-hal berkembang, dan jika ada tim inti akan meninggalkan perusahaan, maka itu adalah saat yang tepat untuk menjual. Jangan menjual sebelum waktunya. Tunggu, perhatikan dan lihat.

Psikologi

Psikologi manusia adalah hal yang rapuh. Perkenalkan pada setiap stres, dan anda akan segera mulai melihat retakan. Volatilitas biasanya menciptakan ‘retakan’ di pasar cryptocurrency. Banyak orang yang tidak dapat menangani tekanan mental yang datang dengan harga yang terus turun sepanjang waktu. Kita adalah mahluk yang sangat mendasar. Apabila sesuatu tidak berjalan sesuai dengan rencana, kita akan panik.

Ketika saya pertama kali melakukan trading Bitcoin, saya akan menghabiskan waktu untuk melihat chart. Setiap kali harga turun, saya selalu panik.

Hal yang paling bagus adalah menunggu dan mengabaikannya. Jika anda memiliki investasi jangka panjang, abaikan melihat chart harga sepanjang waktu. Kenapa? Karena anda tidak bisa mengubah harga, terkecuali anda seorang whale. Jika anda selalu melihat chart tersebut, mental anda tidak akan kuat dan hati nurani akan mendesak anda untuk menjual ketika harga terus menurun.

Baca Juga: Cardano (ADA) Hodler Tidak Perlu Takut Sampai Tahun 2020

Perasaan ketika kita Rugi

Alasan yang paling tepat untuk kemerosotan harga besar-besaran di pasar cryptocurrency tahun ini adalah emosi investor ketika mereka kehilangan banyak uang. Kita sebagai manusia cenderung untuk menghindari kerugian lebih banyak daripada mendapatkan untung yang sedikit. Itu adalah psikologis. Lebih penting bagi kita untuk tidak kehilangan Rp 100,000 daripada mendapatkan laba Rp 500,000.

Setelah investor baru menjadi sangat kecewa dengan pasar dan mereka menjual semuanya untuk menghindari kerugian yang lebih besar dan menjual semua koin mereka untuk melupakan kegagalan tersebut, yang pada akhirnya menciptakan ilusi ‘kemenangan’ karena harga terus turun.

Cara untuk mengontrol diri sendiri

Jika anda seorang pemula, tampaknya sangat susah untuk mengendalikan diri anda ketika harga sedang turun. Yang perlu anda lakukan adalah tidak melihat chart harga setiap detik, setiap jam dan setiap hari, terkecuali anda adalah seorang trader.

Sesuatu yang selalu saya pribadi lakukan adalah berpikir harga setelah 1 bulan atau bahkan 1 tahun dari sekarang. Apabila anda yakin tentang 1 koin tersebut karena anda sudah mengerjakan penelitian anda, pegang erat kepercayaan bahwa koin itu akan naik.

Seperti Warren Buffet katakan:

Jika Anda tidak dapat mengendalikan emosi Anda, Anda tidak dapat mengendalikan uang Anda.

Baca Juga: Kenapa Prediksi Harga Bitcoin Yang Popular Tidak Lagi Berlaku 

Septiady

Septiady

Penggermar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan.

Add comment