CryptoHarian

Pengertian Globalisasi: Pengaruh, Dampak, Ekonomi Dan Menurut Para Ahli

Pengaruh Globalisasi Dalam Ekonomi

Pengertian Globalisasi

Globalisasi adalah sebuah fenomena yang terjadi ketika muncul interaksi dan integrasi antara individu, perusahaan, dan pemerintahan di seluruh dunia.

Proses ini sangat komplek dan dianggap sebagai salah satu bentuk perkembangan kapitalisme. Fenomena ini juga menyebabkan integrasi dari ekonomi lokal dan nasional menjadi sebuah kegiatan global meskipun masih kurang memiliki regulasi.

Integrasi dan interaksi proses ekonomi dalam globalisasi bukan hanya terpengaruh oleh aspek sosial dan budaya saja, tapi juga dipengaruhi keadaan diplomasi dan konflik suatu wilayah. 

Proses ini terjadi karena perkembangan teknologi, terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi.

Dengan berkembangnya bidang komunikasi, proses perdagangan menjadi lebih mudah, karena interaksi antara penjual dan pembeli tidak terbatas pada pertemuan tatap muka, melainkan dipermudah melalui telepon atau video call untuk melakukan follow up.

Jalur perdagangan juga semakin terbuka karena bidang transportasi yang maju membuat proses logistik menjadi lebih cepat dan efisien. Perkembangan dua bidang ini saja sudah dapat mempengaruhi perkembangan bidang perdagangan, ide, dan budaya.

Proses tersebut juga berkaitan dengan kondisi lingkungan, seperti global warming, polusi udara dan air, dan penangkapan ikan berlebihan.

Hal ini disebabkan karena prosesnya yang berpengaruh terhadap bisnis dan cara kerja, ekonomi, sumber daya sosial – budaya, dan lingkungan. Menurut studi akademik globalisasi dibagi menjadi tiga bagian besar, ekonomi, budaya, dan politik.

Dalam bidang ekonomi, globalisasi mencakup produk, jasa, sumber modal, teknologi, dan data. Perkembangan ini juga sedikit melonggarkan aturan dalam melakukan aktivitas ekonomi.

Apalagi setelah dihapuskannya batas wilayah perdagangan, pasar global menjadi lebih memungkinkan untuk dijalani. Berkembangnya bidang pengiriman logistik dan kargo barang juga mempermudah proses perdagangan global, sama seperti halnya perkembangan internet dan cara komunikasi dengan infrastruktur komunikasi yang baik.

Semua perkembangan ini memiliki efek yang besar bukan hanya dalam proses globalisasi tapi juga menyebabkan keterikatan yang lebih besar antara aktivitas ekonomi dengan aktivitas budaya di seluruh dunia.

Menurut International Monetary Fund (IMF) ada empat aspek dasar dalam globalisasi, 

  1. Transaksi dan Perdagangan
  2. Pergerakan Investasi dan Modal 
  3. Migrasi dan pergerakan individu 
  4. Penyebaran ilmu Pengetahuan

Globalisasi Menurut Para Ahli 

Istilah globalisasi telah digunakan dalam bidang ekonomi sejak 1981 dan pada bidang lainnya sejak 1944. Istilah ini semakin dipopulerkan oleh Theodore Levitt kepada masyarakat umum pada separuh akhir dekade 80an.

Sejak saat itu semakin banyak para ahli yang memiliki definisi tersendiri terhadap globalisasi berdasarkan hasil riset penelitian, artikel, atau hasil diskusi.

Namun karena konsepnya yang rumit banyak yang hanya memfokuskan penelitian mereka pada satu bidang globalisasi saja.

Berikut ini adalah definisi globalisasi menurut beberapa ahli:

  1. Martin Albrow dan Elizabeth King: Proses yang menggabungkan penduduk dunia menjadi satu komunitas global.
  2. Anthony Giddens: Globalisasi merupakan intensifikasi dari hubungan sosial di seluruh dunia yang dengan sedemikian rupa menghubungkan lokasi yang jauh sehingga mempengaruhi kejadian lokal yang terbentuk dari kegiatan yang terjadi pada jarak jauh, dan sebaliknya.
  3. Roland Robertson: Globalisasi adalah penekanan terhadap dunia dan intensifikasi dari kesadaran dunia sebagai satu kesatuan.
  4. Thomas Larsson: proses dimana dunia semakin menyempit dengan jarak yang memendek dan semua menjadi lebih dekat. Ini berkaitan dengan kemudahan berkomunikasi antara dua orang yang berlokasi di dua sisi dunia. 

Baca Juga: Pengertian Kewirausahaan: Arti, Sifat, Mencari Modal Dan Tips Untuk Memulai

Globalisasi Ekonomi

Globalisasi ekonomi merupakan sebuah pertumbuhan dari ketergantungan kegiatan ekonomi di seluruh dunia melalui peningkatan pergerakan antar wilayah pada barang, jasa, teknologi, dan modal secara cepat.

Kegiatan ini meningkatkan proses integrasi ekonomi antar negara untuk mendukung terbentuknya sebuah pasar global.

Berbeda dengan globalisasi bisnis yang berpusat pada pengurangan regulasi perdagangan internasional, termasuk tarif, pajak, dan hambatan lainnya yang menekan perdagangan global.

Globalisasi ekonomi lebih berpusat pada kegiatan perdagangannya, sedangkan globalisasi bisnis lebih fokus pada peraturan dan regulasinya.

Globalisasi ekonomi terdiri dari globalisasi produksi yang mengacu pada bagaimana proses penerimaan barang atau jasa dari sebuah lokasi berbeda di dunia untuk bisa memberikan keuntungan dari perbedaan biaya dan kualitas.

Juga terdiri dari globalisasi pasar, area ini merupakan penggabungan dari pasar berbeda yang terpisah menjadi sebuah pasar global berskala besar. Selain kedua aspek tersebut masih ada aspek kompetisi, teknologi, serta perusahaan dan industri.

Globalisasi di bidang ekonomi ini dipengaruhi oleh integrasi antara kegiatan ekonomi yang masih berkembang dengan kegiatan ekonomi yang lebih maju dengan beberapa cara antara lain, investasi langsung dari pihak asing, pengurangan batas perdagangan dan kebijakan ekonomi lain, dan juga imigrasi.

Perkembangan ekonomi akibat globalisasi ini juga memberikan peningkatan pada pendidikan, tingkat harapan hidup, dan kesejahteraan masyarakat.

Globalisasi ekonomi dapat berkembang dengan cepat, menurut United Nations disebabkan oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga menciptakan sebuah lingkungan dengan sistem ekonomi yang bisa tersebar secara luas.

Dengan kemajuan teknologi ini, biaya komunikasi dan transportasi sekarang menjadi jauh lebih terjangkau. Dengan kemunculan internet dan alat komunikasi elektronik, memungkinkan untuk perusahaan melakukan outsource tenaga kerja dari luar negeri dengan biaya yang lebih terjangkau.

Di Amerika Serikat, Kanada, dan Uni Eropa terdapat banyak lapangan pekerjaan yang diberikan ke luar wilayahnya, terutama posisi sebagai layanan pelanggan perusahaan via telepon. 

Contoh:

Globalisasi, terutama dalam bidang ekonomi dapat membuka kesempatan baru dalam kegiatan di berbagai negara. Beberapa contoh dalam bidang ekonomi adalah:

Kegiatan Ekspor dan Impor, dengan semakin majunya bidang transportasi kegiatan ekspor dan impor barang menjadi lebih mudah. Kegiatan ini selain dapat menghasilkan devisa bagi negara, juga mempermudah masyarakat untuk mendapatkan produk dari luar negeri.

Terciptanya Pasar Bebas, maksudnya adalah setiap negara pada suatu kawasan tertentu dapat melakukan kegiatan ekonomi satu sama lain. kemunculan area ini membuat kegiatan ekonomi akan menjadi lebih efisien.

Munculnya Perusahaan Asing, dengan proses globalisasi ekonomi perusahaan asing menjadi lebih mungkin untuk membuka kantor atau pabriknya di negara lain. Hal ini berguna untuk memperbesar pasar dari perusahaan dan juga dapat menekan biaya produksi dan pengiriman ke suatu negara.

Kemajuan Bisnis E-Commerce, kemajuan bidang teknologi terutama komunikasi dapat membuka peluang usaha baru. Salah satunya adalah e-commerce atau yang lebih dikenal dengan online shop. Model usaha ini dapat berkembang karena perkembangan internet dan ilmu komunikasi juga dengan lebih mudahnya melakukan proses impor dan ekspor barang dibandingkan masa sebelumnya.

Dampak Globalisasi Ekonomi

Salah satu dampak yang terlihat dari globalisasi ekonomi adalah bagaimana dominasi Amerika Serikat dalam kekuatan ekonomi dalam pasar ekspor sekarang ini mulai dikejar oleh Jerman, Jepang, Korea Selatan, dan Cina.

Belum lagi organisasi seperti United Nations (UN), International Monetary Fund (IMF), dan World Bank yang memiliki kekuatan ekonomi dan memantau keseimbangan kekuatan ekonomi dengan membuat regulasi antar negara dan mengatur permasalahan seperti hukum, hubungan antar manusia, dan faktor politik.

Globalisasi ekonomi juga membantu dalam menentukan standar internasional. Salah satu contohnya adalah kontainer kargo, dengan memiliki ukuran yang sama di setiap negara, metode pengiriman barang menjadi lebih efisien dan hemat biaya.

Hal ini mendukung perdagangan pada masa setelah perang dunia dan menjadi elemen penting dalam globalisasi. Lembaga yang menerapkan standar internasional tersebut disebut International Organization for Standarization.

Lembaga ini memiliki anggota yang mewakili berbagai lembaga yang bergerak dalam skala nasional.

Perusahaan Multinasional juga merupakan salah satu dampak yang jelas terlihat. Perusahaan ini memiliki atau mengatur produksi barang atau jasa yang terletak di satu negara atau lebih di luar negara asal perusahaan berdiri.

Salah satu contoh yang terkenal adalah Coca Cola Company yang berpusat di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat dan memiliki kantor serta pabrik yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Perusahaan multinasional juga terbantu dengan adanya global supply chain. Dengan kegiatan yang bergerak di beberapa negara, perusahaan ini berusaha menekan biaya produksi dengan menggunakan barang atau jasa dari suatu wilayah tersebut untuk kemudian disusun menjadi sebuah produk yang dipasarkan. 

Area Perdagangan Bebas, merupakan sebuah area dimana setiap anggotanya bisa melakukan transaksi perdagangan dengan hambatan yang lebih ringan, misalnya kuota impor yang besar atau tarif yang rendah, sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani oleh semua negara terdaftar.

Baca Juga: Pengertian Akuntansi: Definisi, Jurusan, Manfaat Dan Tujuan

Selain pergerakan barang dan jasa, apabila setiap individu juga dapat bebas berpindah negara, hal ini juga dapat dianggap sebagai perbatasan terbuka. Contoh terbesar dari area ini adalah Uni Eropa yang terdiri dari 28 negara di Eropa.

Sistem ini menciptakan sebuah hukum dengan standar yang sama di setiap negara anggota. Kebijakan sistem ini juga memastikan kebebasan dari pergerakan individu, barang, jasa, dan modal dalam wilayah internal Uni Eropa.

Kelonggaran Perdagangan juga membantu dalam melihat seberapa efisien prosedur dan peraturan yang berlaku dalam kegiatan pengiriman barang antar negara.

Kebijakan ini dapat mengurangi biaya yang dibutuhkan dan memaksimalkan efisiensi juga sambil menjaga tujuan dari kelegalan regulasi yang berlaku.

Selain itu, dampak dari globalisasi ekonomi dalam bidang jasa juga cukup signifikan. Contohnya di India, proses bisnis outsource telah disebutkan sebagai motor penggerak utama dalam pembangunan ekonomi negara dalam beberapa dekade terakhir, berkontribusi besar pada peningkatan GDP, perekrutan tenaga kerja, dan mengurangi kemiskinan.

Globalisasi ekonomi akan mendorong kapasitas produksi menjadi lebih besar. Hal ini dilakukan untuk memperluas pangsa pasar yang dapat dicapai.

Semakin luas pasar yang dicapai sebuah perusahaan, semakin tinggi penjualan yang terjadi sehingga mendorong produksi barang menjadi lebih besar.

Perluasan pasar ini juga nantinya akan membantu peningkatan kemakmuran negara. Karena setiap barang yang dipasarkan harus memiliki izin dan dikenakan pajak sesuai dengan peraturan negara yang berlaku.

Hasil ini juga bertambah apabila barang yang diproduksi dan dipasarkan sudah mendapatkan hak paten, sehingga setiap negara yang memasarkan produk tersebut harus mendapatkan izin dalam memasarkan produk tersebut.

Resiko:

Selain memiliki berbagai dampak positif, globalisasi ekonomi juga memiliki beberapa resiko yang dapat terjadi, antara lain:

Ketergantungan antar negara, hal ini dapat menyebabkan ketidakstabilan baik dalam wilayah regional atau global, terutama apabila terjadi fluktuasi ekonomi lokal yang kemudian mempengaruhi banyak negara yang bergantung pada kondisi ekonomi tersebut. 

Kedaulatan Nasional, banyak yang beranggapan bahwa globalisasi ekonomi yang menyebabkan munculnya perusahaan multinasional atau global dan organisasi internasional lainnya dapat menjadi ancaman bagi sebuah kekuasaan. Hal ini bisa menyebabkan pemimpin negara menjadi anti terhadap bangsa lain. 

Distribusi Ekuitas, kebaikan dari globalisasi bisa lebih menguntungkan bagi negara atau individu kaya, hal ini dapat menyebabkan ketimpangan sosial dan ekonomi dan dapat menyebabkan konflik baik secara nasional atau internasional. 

Globalisasi ekonomi merupakan sebuah proses yang tidak dapat dihindari dalam jangka panjang, akan tetapi dalam proses ini banyak sekali hambatan yang terjadi, antara lain krisis ekonomi.

Banyak politisi yang menganggap krisis ekonomi 2008 sebagai akibat dari globalisasi, meski sebagian lagi menganggap krisis tersebut sebagai sebuah siklus ekonomi.

Berdasarkan insiden tersebut, banyak negara yang kembali memasang tarif atau bentuk perlindungan lain terhadap kegiatan ekonomi negaranya, meskipun hal tersebut menyebabkan lepasnya manfaat dari globalisasi yang sudah terlihat. Contoh yang cukup signifikan adalah keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau yang dikenal dengan istilah Brexit. 

Tax Havens, atau surga bebas pajak, merupakan sebuah wilayah dengan ketentuan pajak yang rendah atau bahkan sama sekali tidak ada. Wilayah ini kemudian digunakan oleh perusahaan atau individu untuk menghindari pembayaran pajak.

Banyak perusahaan dan individu yang ingin berpindah wilayah untuk bisa menekan penarikan pajak yang mereka alami. Area ini terjadi karena sebuah kedaulatan secara teori memiliki kuasa penuh untuk menentukan bagaimana kondisi pajak mereka, kecuali telah dibatasi dengan sebuah perjanjian internasional.

Kemunculan tax haven ini bisa merugikan negara, karena pemasukan dari pajak yang seharusnya digunakan sebagai dana untuk pembangunan negara dialihkan oleh perusahaan atau individu dengan menggunakan rekening di luar negeri. 

Baca Juga: Manajemen Keuangan Adalah: Pengertian, Tujuan, Dan Fungsi

Perubahan budaya, dengan globalisasi yang membuat semua menjadi mudah dan cepat, terutama dalam globalisasi ekonomi, populasi wilayah memiliki kecenderungan untuk meniru kegiatan dan kebiasaan internasional, apalagi jika banyak terjadi tenaga kerja dari negara lain yang datang.

Mereka akan membawa kebiasaan dan kebudayaan dari negara asal mereka dan terjadi penggabungan budaya. Kemajuan teknologi juga memicu perubahan budaya ini, dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap bahasa inggris dan budaya amerika utara, banyak yang mulai menggunakan pola pikir yang sama dengan Amerika.

Misalnya dengan banyak yang berpindah ke kota besar dan jumlah anggota keluarga yang mengecil. Perubahan budaya bisa menjadi hal yang positif, namun apabila tidak dibatasi ditakuti dapat menyebabkan hilangnya budaya tradisional dari suatu wilayah, karena generasi mudanya lebih memilih mengikuti budaya baru.

Globalisasi juga memiliki pengaruh terhadap kehidupan sehari – hari. Contoh yang mudah terlihat adalah semakin majunya teknologi dalam kehidupan kita.

Kemajuan ini bahkan mulai menggantikan beberapa tenaga kerja menjadi mesin, seperti misalnya petugas jalan tol yang digantikan mesin pembayaran otomatis.

Selain itu masyarakat menjadi lebih mudah mencari barang impor. Secara budaya, mulai banyak kebiasaan yang tadinya dianggap aneh menjadi biasa saja, hal ini disebabkan oleh terbukanya sumber informasi mengenai bagaimana model kehidupan di luar negeri.

Globalisasi memberikan dampak dalam kehidupan modern dan terus bertumbuh dalam ekonomi global. Meskipun ada beberapa resiko yang dapat terjadi, namun para ahli setuju bahwa hal ini tidak dapat dihentikan dan memiliki keuntungan yang cukup signifikan bagi ekonomi dunia.

Meskipun akan tetap ada upaya untuk membatasi globalisasi, namun proses ini akan terus berkembang dan menjadi solusi untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang seimbang di seluruh dunia. 

Baca Juga: Organisasi: Pengertian, Tujuan, Struktur, Fungsi Dan Unsur

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di:

Advertisement